Pendidikan Alam Jadi Model di Kabupaten Solok

admin 08 Feb 2017, 10:42:31 WIB Pendidikan

Keterangan Gambar : Wabub Solok, H. Yulfadri Nurdin, SH. bersama utusan UNESCO di Ponpes DR.M. Natsir Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti.

Arosuka-Kabupaten Solok akan mengembangkan model pendidikan yang memanfaatkan alam sebagai sumber ilmu pengetahuan tanpa menggunakan alat-alat peraga dan fasilitas yang mahal

”Pendidikan berkualitas tidak selalu mahal tapi paradigma baru yang harus kita kembangkan," kata Hal itu Wakil Bupati Solok H. Yulfadri Nurdin, SH, di Arosuka , Rabu (8/02/17).

Menurutnya, pendidikan dengan konsep pada alam dinamakan green education yang telah diluncurkan di Pondok Pesantren Dr. M Natsir Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti dan dihadiri oleh utusan UNESCO.

Green Education tambah Wabub Solok adalah pendidikan yang membangun kemampuan-kemampuan dasar pada anak yang membuatnya proaktif dan adaptif terhadap perubahan-perubahan lingkungan.

"Kegiatan pendidikan dilakukan melalui metode belajar mengajarnya di alam terbuka, membuat anak dapat bebas berekspresi dan bersikap aktif serta tahu terhadap lingkungan karena mereka sudah terbiasa menyatu dengan alam," sebutnya.

Green Education yang dikenal selama ini hanya sekadar mengajarkan menanam seribu pohon, tidak membuang sampah sembarangan atau back to nature, akan tetapi melatih keberanian, kesabaran, keuletan, kerjasama dan kepemimpinan serta mampu membangun struktur mentalitas secara kuat yang membuat mereka tahan (survive) terhadap perubahan lingkungan dan goncangan-goncangan hidup.

"Artinya dengan kemampuan survival inilah mereka akan mampu menjaga bumi karena bumi ini milik mereka," ujarnya. (SSC)

Berita Terkait

Komentar Dari Facebook

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. tv online indonesia 28 Sep 2017, 03:59:48 WIB

    berita ini sangat bermanfaat sekali, terima kasih

Berikan komentar